Slider 1 mini Slider 2 mini

Selasa, 08 Januari 2013

ada tugas nih dari guru biologi suruh persentasiin tentang animalia fillum echinodermata. DIBACA ya ! :) semoga bermanfaat

Filled under:

filum echinodermata
Ciri – ciri echinodermata:
Echinodermata artinya hewan berkulit duri.

Bentuk tubuh Echinodermata bermacam-macam seperti bintang, tumbuhan, bunga, ular, sosis, dan bola.

kulitnya keras karena tersusun dari zat kapur/kitin  sebagai rangka luar  dan pada permukan insangnya terdapat duri-duri.

Echinodermata termasuk hewan triplobastik selomata.

Mulutnya terletak di bawah sedangkan anusnya terletak di atas.

memiliki kemampuan autotomi, yaitu kemampuan untuk membentuk organ tubuhnya yang terputus.

Reproduksi secara generatif.

secara umum memiliki 5 lengan.



habitat
- Echinodermata merupakan hewan yang hidup bebas.

- Makanannya adalah kerang, plankton, dan organisme yang mati. 
- Habitatnya di dasar air laut, di daerah pantai hingga laut dalam 
 

Struktur dan fungsi tubuh :
- Tubuh echinodermata simetri radial dengan 5 lengan.

- memiliki sistem amburakal yaitu sistem saluran air dalam rongga tubuhnya. Berfungsi, untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh.

- permukaan ecinodermata umunya berduri.

- duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut teste.

- cara bergerak pada echinodermata. Cara bergeraknya, air masuk melalui madreporit kemudian turun ke saluran cincin lalu masuk ke dalam saluran radial, setelah itu air masuk ke kaki-kaki tabung, air disemprotkan sehingga dalam kaki tabung muncul tekanan hidrolik dari air dan akhirnya kaki tabung menjulur ke luar, akibatnya ampula melekat pada benda lain sehingga bisa berpindah tempat.


 
 

Posted By muhamad andi rizal05.31

Jumat, 23 November 2012

Filled under:

plantae

dibagi 3 divisi yaitu: - bryophyta (tumbuhan paku)
                                  - pterydophyta (tumbuhan paku)
                                  - spermatophyta (tumbuhan berbiji)

Posted By muhamad andi rizal04.31
Filled under:

Oleh Tia Ghose, Staf Penulis LiveScience | LiveScience.com

Otak Einstein memiliki pola lipatan yang luar biasa di beberapa bagiannya, yang dapat membantu menjelaskan mengapa dia jenius. Demikian yang ditunjukkan dalam foto terbaru dalam jurnal “Brain” yang terbit 16 November.

Albert Einstein, ahli fisika yang jenius itu memiliki lipatan ekstra dalam materi otaknya yang berwarna abu-abu, yang merupakan bagian otak untuk pikiran sadar. Secara khusus, lobus frontalis, daerah yang berhubungan dengan pemikiran abstrak dan perencanaan, memiliki lipatan yang tidak biasa dan rumit, seperti yang dinyatakan dalam sebuah analisis.

"Bagian otak tersebut adalah bagian yang sangat canggih dari otak manusia," kata Dean Falk, penulis penelitian dan seorang antropolog di Florida State University, mengacu pada materi abu-abu tersebut. "Dan otak Einstein sangat luar biasa."

Foto otak sang jenius

Albert Einstein adalah fisikawan yang paling terkenal dari abad ke-20. Teori terobosannya mengenai relativitas umum menjelaskan bagaimana cahaya membelok karena lipatan ruang dan waktu.

Ketika ilmuwan tersebut meninggal pada 1955 di usia 76 tahun, Thomas Harvey, ahli patologi yang mengautopsinya, mengambil otak Einstein dan menyimpannya. Harvey mengiris ratusan bagian tipis jaringan otak Einstein untuk diperiksa dengan mikroskop dan juga memotret 14 foto otak tersebut dari beberapa sudut.

Harvey mempresentasikan sebagian penelitiannya, namun tetap merahasiakan foto tersebut karena ingin menulis buku tentang otak fisikawan tersebut. Tetapi dia meninggal sebelum bukunya selesai.

Foto-foto tersebut tetap tersembunyi selama beberapa puluh tahun. Pada 2010, setelah menjalin persahabatan dengan salah satu penulis penelitian yang baru, keluarga Harvey menyumbangkan foto tersebut ke National Museum of Health and Medicine di Washington D.C, Tim Falk mulai menganalisis foto-foto tersebut pada 2011.

Lebih banyak koneksi sel otak

Tim tersebut menemukan bahwa secara keseluruhan, otak Einstein memiliki lipatan yang jauh lebih rumit di bagian celebral cortex, yang merupakan materi berwarna abu-abu pada permukaan otak dan berperan untuk pikiran sadar. Secara umum, materi abu-abu yang lebih tebal berhubungan dengan IQ yang lebih tinggi.

Banyak ilmuwan percaya bahwa dengan lipatan yang lebih banyak dapat memberikan area permukaan tambahan untuk pemrosesan mental, yang memungkinkan lebih banyak koneksi antara sel-sel otak, kata Falk. Dengan lebih banyak koneksi antara bagian yang jauh dari otak, seseorang akan mampu membuat lompatan mental, dengan menggunakan sel-sel otak yang letaknya berjauhan tersebut untuk memecahkan beberapa masalah kognitif.

Prefrontal cortex, yang memainkan peranan penting untuk pemikiran abstrak, membuat prediksi dan berencana, juga memiliki pola lipatan yang luar biasa rumit pada otak Einstein.

Mungkin hal tersebut telah membantu sang fisikawan dalam mengembangkan teori relativitas. "Einstein berpikir soal percobaan saat ia membayangkan dirinya menyusuri seberkas cahaya, dan itu persis merupakan bagian otak yang diduga membuat seseorang menjadi sangat aktif" dalam eksperimen rumit semacam itu, ujar Falk kepada LiveScience.

Selain itu, lobus oksipitalis dari otak Einstein, yang melakukan proses visual, menunjukkan lipatan tambahan.

Lobus parietalis bagian kanan dan kiri juga tampak sangat asimetris, ungkap Falk. Tidak jelas hubungan antara bagian tersebut dan kejeniusan Einstein, tapi bagian otak tersebut adalah kunci untuk tugas-tugas spasial dan penalaran matematika, tambah Falk.

Para peneliti masih belum mengetahui apakah otak Einstein sudah luar biasa sejak lahir atau karena ia menggali fisika selama bertahun-tahun yang menyebabkan otaknya menjadi sangat spesial.

Falk yakin keduanya memainkan peran penting dalam kejeniusan Einstein.

"Entah itu alami atau dipupuk," katanya. "Ia lahir dengan otak yang sangat baik, dan dia memiliki berbagai pengalaman yang memungkinkan dia untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya."

Tapi sebagian besar kemampuan baku Einstein mungkin didapatnya secara alami bukan dari hasil kerja kerasnya seumur hidup, kata Sandra Witelson, dari Michael G. De Groot School of Medicine at McMasters University yang telah melakukan penelitian di masa lalu mengenai otak Einstein. Pada 1999, karyanya mengungkapkan bahwa lobus parietalis bagian kanan Einstein memiliki lipatan ekstra, yang didapatkan dari gen orangtuanya atau terjadi ketika Einstein masih dalam kandungan.

“Otak tersebut berbeda bukan sekadar dari ukuran yang lebih besar atau kecil, namun juga polanya,” ungkap Witselon. “Anatomi otaknya sangat unik jika dibandingkan dengan setiap foto atau gambaran otak manusia yang pernah ada.”

Posted By muhamad andi rizal04.25

Senin, 19 November 2012

Filled under:


perguruan tinggi di indonesia ada 5 jenis :
1. akademi
akademi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan kejuruan, dengan jenjang studi strata nol (SO) atau diploma.
kekhsannya adalah sebagai berikut:
- mencetak kelulusan yang mempunyai keahlian professional.
- pendidikan ditekankan pada pengalaman dan pegentahuan praktis melaui kuliah dan praktik-praktik lapangan
- banyak member pengalaman tentang hal hal praktis
- keterampilan yang dimiliki berpebgaruh besar pada dunia kerja yang akan dimasuki oleh mahasiswa
- beberapa contoh akademi:
akademi militer,
akademi fantasi,
akademi prawatan,
dan akdemi pariwisata
2. politeknik
politeknik adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khsus, dengan jenjang studi strata nol (S0) atau diploma. kekhasannya adalah sebagai berikut:
- mencetak lulusan yang mempunyai pengetahuan khusus professional, seperti: desain grafis, telekomunikasi, elektronika, perikanan, dan  fotografi.
- praktikum dan kuliah lapangan lebih banyak diberikan daripada kuliah teoritis.
- keterampilan dan pegenetahuan yang didapatkan berpengaruh besar pada dunia kerja yang dimasuki oleh para mahasiswa.
- bebrapa contoh politeknik:
politeknik negri jakarta,
politeknik universitas Andalas,
politeknik manufaktur swiss (POLMAN) dan,
politeknik manufaktur Bandung (POLBAN)
3. sekolah tinggi
  sekolah tinggi adalah perguruan tinggi yang mengajarkan satu bidang pendidikan kejuruan. namun, bidang pendidikan bidang kejuruan tersebut
bisa terdiri atas banyak jurusan/ program pendidikan jenjang studinya adalah S0 dan S1. kekhasannya adalah sebagai berikut.
- mencetak lulusan lulusan yang mempunyai keahlian professional pada bidang ilmu kejuruan tertentu.
- keterampilan dan pengetahuan dari jurusan yang dipilih berpengaruh besar pada dunia kerja yang hendak dimiliki
- beberapa contoh sekolah tinggi:
sekolah tinggi ilmu ekonomi
sekolah tinggi filsafat
sekolah tinggi kepolisian negara
dan sekolah tinggi ilmu agama.
4. institut
institut adalah perguruan tinggi yang melaksanakan program pendidikan keilmuwan dan kejuruan dalam satu bidang ilmu pengetahuan seperti pendidikan pertanian, seni atau teknologi. jenjang studi yang tersedia yaitu S0,S1, S2, hingga S3, tergantung kemampuan institut yang berssangkutan.
kekhasan institut adalah sebagai berikut:
a. penyelenggaraan pendidikan lebih has dibanding sekolah tinggi.
b. pendidikan lebih ditekankan pada penguasan teori secara mendetail untuk menemukan dasar filosifi ilmu yang ditekuni.
c. beberapa contoh institut yang kita kenal di Indonesia adalah Institut Teknologi Surabaya, Institut Keesenia Jakarta, Institut Seni Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung.
5. Universitas
Universitas adalah perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan keilmuan dan kejuruan dalam bidang ilmu yang bermacam macam. Universitas terdiri atas berbagai fakultas dengan bidang ilmu yang berlainan. 
Fakultas itu bisa terdiri dari satu atau banyak jurusan kekhasannya:
a. lebih universal dalam penyelenggaraan pendidikan.
b. jenjang studi yang tersedia S0, S1, S2, dan S3 (tergantung pada kemampuan Universitas)
c. pendidikan lebih ditekankan pada penguasaan teori secara mendetail untuk menentukan dasar filosofi ilmu yang ditekuni.
d. beberapa contoh Universitas di antaranya adalah UGM, UI, Universitas Andalas, Universitas Padjajaran, Universitas Trisakti.

Posted By muhamad andi rizal18.12

Selasa, 28 Agustus 2012

Filled under:


Struktur, Bentuk & Macam-macam Virus

By - ahmad cecep sofyan hariri
Struktur, Bentuk & Macam-macam  Virus-Dalam Ilmu Biologi pada artikel sebelumnya telah kita bahas Pengklasifikasian Makhluk Hidup. di Materi ini akan kita bahas tentang apa itu Virus? Bagaimana struktur,Bentuk dan Ukuran Virus? dan kita akan membahas klasifikasi,perkembangbiakan dan peranan Virus. ayo kita mulai,,,,

A. Virus Organisme Aseluler
Virus tidak dapat diklasifikasikan sebagai sel karena virus tidak memiliki nukleus dan sitoplasma. Virus dapat berada di luar sel atau di dalam sel. Di luar sel virus merupakan partikel submikroskopis yang mengandung asam nukleat yang dibungkus oleh protein dan kadangmengandung makromolekul lain. Di dalam sel, khususnya sel hidup, virus dapat memperbanyak diri. Virus dapat sebagai agen penyakit (agents of disease) dan agen hereditas (agents of heredity). Sebagai agen penyakit, virus dapat menginfeksi sel dan akan menyebabkan perubahan dalam sel, menyebabkan gangguan fungsi sel, atau menyebabkan kematian. Sebagai
agen hereditas, virus dapat menyebabkan perubahan genetik dalam sel dan biasanya tidak membahayakan bahkan bermanfaat.

B. Struktur, Bentuk, dan Ukuran Virus

1. Ciri-ciri Virus
Virus memiliki ciri-ciri, antara lain:
a. Tidak berbentuk sel, karena tidak mempunyai protoplasma, dinding sel, sitoplasma, dan nukleus.
b. Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma.
c. Dapat digolongkan benda hidup, karena memiliki kemampuan metabolisme, reproduksi, dan memiliki asam nukleat.
d. Hanya dapat berkembang biak di dalam sel atau jaringan yang hidup.
e. Organisme subrenik hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
f. Virus berasal dari bahasa latin venom yang berarti cairan yang beracun.
g. Bersifat parasit.

C. Klasifikasi Virus
Virus diklasifikasikan berdasarkan:

1. Berdasarkan Tempat Hidupnya
a. Virus bakteri (bakteriofage)
Bakteriofage adalah virus yang menggandakan dirinya sendiri dengan menyerbu bakteri. Dibandingkan dengan kebanyakan virus, ia sangat kompleks dan mempunyai beberapa bagian berbeda yang diatur secara cermat. Semua virus memiliki asam nukleat, pembawa gen yang diperlukan untuk menghimpun salinan-salinan virus di dalam sel hidup.Pada virus T4 asam nukleatnya adalah DNA, tetapi pada banyak virus lain, termasuk virus penyebab AIDS, polio, dan flu, asam nukleatnya adalah RNA. Pada virus RNA, RNA "baru" dibuat dengan cara menggandakan langsung RNA "lama" atau dengan lebih dulu membentuk potongan DNA pelengkap. Virus bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan Prancis, D'Herelle. Bentuk luar terdiri atas kepala yang berbentuk heksagonal, leher, dan ekor. Bagian dalam kepala mengandung dua pilinan DNA. Bagian leher berfungsi menghubungkan bagian kepala dan ekor. Bagian ekor berfungsi untuk memasukkan DNA virus ke dalam sel inangnya.

b. Virus tumbuhan
Virus yang parasit pada sel tumbuhan. Contoh virus yang parasit pada tumbuhan: Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV).

c. Virus hewan
Virus yang parasit pada sel hewan. Contoh virus hewan: virus Poliomylitis, virus Vaccina, dan virus Influenza.

2. Berdasarkan Molekul yang Menyusun Asam Nukleat

Dibedakan menjadi: DNA pita tunggal (DNA ss), DNA pita ganda (DNA ds), RNA pita tunggal (RNA ss), dan RNA pita ganda (RNA ds).

3. Berdasarkan Punya Tidaknya Selubung Virus Dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:
a. Virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus)
Virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran. Membran terdiri dari dua lipid dan protein, (biasanya glikoprotein). Membran ini berfungsi sebagai struktur yang pertama-tama berinteraksi. Contoh: Herpesvirus, Corronavirus, dan Orthomuxovirus.
b. Virus yang tidak memiliki selubung
Hanya memiliki capsid (protein) dan asam nukleat (naked virus). Contoh: Reovirus, Papovirus, dan Adenovirus.

D. Perkembangbiakan Virus
Untuk berkembang biak, virus harus menginfeksi sel inang. Inang virus berupa makhluk hidup lain, yaitu bakteri, sel tumbuhan, sel hewan. Cara reproduksi virus dikenal dengan proliferasi.

1. Tahap-tahap Perkembangbiakan Virus
Daur virus dapat dibedakan menjadi daur litik dan daur lisogenik.


a. Daur litik
1) Absorbsi (fase penempelan).
2) Infeksi (fase memasukkan asam nukleat).
3) Sintesis (fase pembentukan).
4) Perakitan.
5) Lisis (fase pemecahan sel inang).

b. Daur lisogenik
Kadang-kadang virus ini melakukan daur lisogenik dengan tahaptahapnya:
1) Fase absorbsi.
2) Fase injeksi.
3) Fase penggabungan.
4) Fase pembelahan.
5) Fase sintesis.
6) Fase perakitan.
7) Fase litik   

2. Pembajakan Lima Langkah
Virus menggandakan dirinya sendiri dengan membajak materi genetik dari suatu sel hidup. Urutan lima langkah ini memperlihatkan bagaimana bakteriofage T4 melaksanakan proses ini.
a. Siklus dimulai dengan merekatkan diri ke dinding sel bakteri.
b. Selama tahap penetrasi, DNA virus masuk ke sel.
c. Ia kemudian mengendalikan sel. Proses normal sel terhenti, dan sebagai gantinya ia membuat salinan bagian komponen virus.
d. Dalam tahap penyusunan, bagian-bagian yang berbeda-beda disatukan untuk menghasilkan virus baru.
e. Akhirnya, salinan atau virus "replika" ke luar dari sel.


E. Peranan Virus bagi Kehidupan

1. Virus yang Menguntungkan:
a. Untuk membuat antitoksin.
b. Untuk melemahkan bakteri.
c. Untuk reproduksi vaksin.

2. Virus yang Merugikan:

a. Menyebabkan penyakit pada manusia
1) Orthomyxovirus, yang menyebabkan influenza.
2) Paramyxovirus, menyebabkan penyakit campak.
3) Herpesvirus varicella, menyebabkan cacar air.
4) Corona, menyebabkan SARS (Severe Accute Respiratory Syndroms), merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan.
5) Virus Cikungunya, menyebabkan penyakit cikungunya.
6) Virus hepatitis A dan hepatitis B, menyebabkan penyakit hepatitis.
7) Virus Onkogen, menyebabkan kanker.
8) Tagovirus (flavovirus), menyebabkan demam berdarah.
9) HIV (Human Imunodeficiency Virus), menyebabkan AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrome).

b. Menyebabkan penyakit pada hewan
1) Polyma, penyebab tumor pada hewan.
2) Rous Sarcoma Virus (RSV), penyebab kanker pada ayam.
3) Rhabdovirus, penyebab rabies pada vertebrata (anjing, kera, dan lainlain). Vaksin rabies ditemukan oleh Louis Pasteur.
4) Tetelo pada ayam atau NCD (New Castle Disease).
5) Penyakit kuku dan mulut pada ternak, seperti sapi dan kambing.

c. Menyebabkan penyakit pada tumbuhan
1) Virus mozaik penyebab mozaik (bercak kuning) pada tembakau.
2) CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) penyebab penyakit pada jeruk.
3) Virus tungro, penyebab penyakit pada tanaman padi. Vektornya adalah wereng hijau dan wereng cokelat.

Posted By muhamad andi rizal05.19

Selasa, 07 Agustus 2012

10 Pesepak Bola dengan Tendangan Terkencang

Filled under:

David Beckham (Getty Images/Michael Regan)Tiga David tercatat sebagai pemain sepak bola dengan rekor tendangan paling keras. David Hirst adalah yang tercepat, disusul oleh David Beckham dan David Trezeguet. Inilah 10 pemain yang memiliki ‘tendangan petir’:


1. David Eric Hirst

Pemain kelahiran 7 Desember 1967 ini tercatat memiliki tendangan paling kencang. Saat bermain untuk Sheffield Wednesday pada 1996, Hirst mampu menghasilkan tendangan dengan kesepatan 183 km/jam. Tingkat kecepatannya hampir menyamai kecepatan maksimum kendaran roda empat.

2. David Beckham

Legenda klub Manchester United ini pernah melambungkan si kulit bundar dengan kecepatan 157 km/jam, saat klubnya berhadapan dengan Chelsea pada 22 Februari 1997. Itulah tendangan tercepat yang dimiliki oleh pemain yang saat ini berlaga di kompetisi Major League Soccer untuk klub Los Angeles Galaxy.

3. David Trezeguet 

Striker tim nasional Prancis ini termasuk salah satu ujung tombak yang disegani. Trezegol, julukannya, juga terkenal dengan tendangan kerasnya. Rekor yang pernah dicatat adalah saat bermain untuk Monaco yang berhadapan dengan Manchester United pada 19 Maret 1998. Ketika itu, kecepatan tendangannya mencapai 155 km/jam.

4. Richie Humphreys

Catatan sejarah yang dimiliki oleh pemain Sheffield Wednesday ini adalah saat timnya bertanding melawan Aston Villa pada 17 Agustus 1996. Para pertandingan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia itu, Humphreys melesakkan satu gol dengan kecepatan bola 154 km/jam.

5. Matthew Le Tissier


Pensiunan pemain Southampton tersebut mencatatkan sejarah tendangan terkerasnya, satu tahun setelah rekor Richie Humphreys. Ketika itu, 18 Januari 1997, klubnya berhadapan dengan Newcastle pada Liga Primer Inggris. Tendangan voli Le Tissier mempu menerobos gawang lawan dengan kecepatan bola 140 km/jam.

6. Alan Shearer


Mantan kapten Inggris ini dikenal sebagai legenda hidup Newcastle United. Dia memiliki tendangan bebas yang keras dan cenderung lurus ke arah gawang lawan. Apalagi ketika mengeksekusi tendangan penalti. Rekor tendangan terkerasnya adalah saat klubnya melawan Everton pada 1 Desember  2002. Kecepatan bola yang ditendangnya mencapai 138 km/jam.

7. Roberto Carlos


Pemain kidal asal Brasil ini mampu menghasilkan tendangan 137 km/jam, saat membela Brasil melawan Prancis pada 3 Juni 1997. Pria yang sekarang bermain untuk Anzhi Makhachkala di liga Rusia itu memiliki keistimewaan lain. Akurasi dalam tendangan bebas yang melengkung dan keras, sehingga sulit diantisipasi penjaga gawang.

8. Hugo Almeida

Hugo Almeida mencatatkan rekor tendangan tercepatnya pada 1 November 2005, saat klub yang dia bela, Porto berhadapan dengan Inter Milan. Dari jarak 32 meter, pemain berkebangsaan Portugal itu  mengirimkan bola berkecepatan 136 km/jam ke penjaga gawang lawannya, yang kemudian tidak dapat diantisipasi.

9. Tugay KerimoÄŸlu


Dia disebut sebagai legenda pesepak bola Turki. Rekornya dicatat saat pemain yang pensiun pada 2003 ini membela Blackburn Rovers berhadapan dengan Southampton pada 3 November 2001. Saat itu, pemain kelahiran 1970 ini mampu membuat bola yang ditendangnya melaju dengan kecepatan 135 km/jam.

10. Obafemi Martins


Tendangan keras Martins tercatat saat menjebol gawang Tottenham Spurs  pada pertandingan 14 Januari 2007. Saat itu, pemain asal Nigeria tersebut membela Newcastle United, yang akhirnya menang dengan skor 3-2. Pemain yang sekarang berkarir di Rubin Kazan, klub asal Rusia, sedang ditawar oleh West Brom, klub Inggris dengan status pemain pinjaman.

Posted By muhamad andi rizal03.30

Minggu, 05 Agustus 2012

NAMA LATIN DALAM BIOLOGI

Filled under:

Nama Latin Hewan
Alap-alap Burung Accipiter virgatus
Alap-alap Kecil Falco longipenis lengipennia
Alap-alap kelelawar Machairamphus aleinus
Alap-alap Madu Pernis ptilorhynchus
Alap-alap Sapi Falco molluccensis
Alap-alap Sikra Accipiter badius
Aus (Laba-Laba Berbahaya) Atraax robustrus
Ayam Gallus gallus
Ayam hutan hijau Gallus varius
Ayam hutan merah Gallus gallus
Babi Hutan Sus scrofa vittatus
Babirusa Babyroussa babyrussa
Badak sumatera Dicerorhinus sumatrensis
Badak Rhinoceros sonaicus
Bajing Hutan Callosciurus nigrevitatus
Bajing Kelapa Calosciurus notatus
Bajing Tanah Lariscus insignus
Bajing Terbang Petaurista elegants
Bangau Hitam Ciconia episcopus
Bangau Tongtong Leptiptolus javanicus
Bangkong Bufo bufo
Banteng Bos sondaicus
Bekantan Nasalis Larvatus
Bekicot Achatina fulica
Beo Grucula religiosa
Beruang madu Nectarinia chalcostetha
tenggorokan pirang
Beruang Helarctos malayanus
Beruang kacamata leher abu-abu Lopohozosterops javanica
Beruang madu Lichmera flavicans
Beruang Madu Helarctos malayanus
Beruang madu dada coklat Conopophila albogularis
Beruang madu pipi merah Anthreptes malarensis
Beruang madu sesap madu coklat Lichmera indistincta
Beruk Mentawai Macaca pagensis
Betet Psittacula alexandri
Betet coklat Lanius cristatus
Betet Kelapa Tanygnathus sumatranus
Biawak Varanus salvator
Biawak coklat Varanus gouldii
Biawak Kuning Varanus flvescers
Binatang Hantu Tarsius spectrum
Bintang Laut Biru Linchia laevigata
Bintang Laut Lengan Pendek Culcita sp.
Bintang Laut Merah Asteria forberi
Bintang Ular Ophiolesis sp.
Binturung Arsctictis binturong
Biuku (Terapin Sungay) Batagur baska
Bluwok Berwarna Ibis leucocephalus
Bluwok Putih Nycteria cinerea
Boti (Kera Tonkean) Macaca tonkeana
Buaya Air Tawar Crocodylus siamensis
Buaya Asia Crocodylus porrosus
Buaya Misisipi Alligator mississippiensis
Buaya Senyulang Tomistoma schlegeii
Buaya Sungai Nil Crocodylus nyloticus
Bulu Babi Duri Panjang Diadema saxatile
Bulu Babi Duri Pendek Echinus sechulenthus
Bunglon Calotus jubatus
Bunglon Calores versicolor
Burung alap-alap Accipitridae
Burung Betet Psittacula alexandri
Burung Elang Pandionidae
Burung Elang Haliastus indus
Burung gereja Sturnus sp
Burung Gosong Megapodius reinwardti
Burung Jalak Sturnus contra
Burung Kipas Rhipidura javanica
Burung Kuntul Nycticorax nycticorax
Burung Madu Aethopyga malarensis
Burung Madu kelapa Aethopyga eximia
Burung Madu Penganten lNectarinia sperata
Burung Madu Sepah Raja Aetophyga siparaja
Burung Madu Sriganti Nectarinia jugularis
Burung Pelikan Pelecanus roseusroseus
Burung Perkutut Gleopelia striata
Burung Pungguk Ninox sculata
Burung Puyuh Turix suscitator
Burung Rangkong Bucerotidae
Burung Tilil Tlinga glareola
Burung Unta Struthia camelus
Cacing Hati Babi Taenia solium
Cacing Hati Gajah Wucherenia bancrofti
Cacing Hati Sapi Taenia saginata
Cacing Hati Fasciola hepatica
Cacing Kremi Oxyuris vermacularis
Cacing Palolo Palola viridis
Cacing Perut Ascaris lumbricoides
Cacing Sondari Pheretima musica
Cacing Tambang Ancylostoma duodenale
Cacing Wawo Lysidicea oele
Camar Larus Sp
Caplak Anjing Rhipicephalus sanguinis
Caplak Kerbau Sapi Boophilus microplus
Caplak Ternak Boophilus annulatus
Caplak Tikus Ixodes granulatus
Caplak Unggas/ Haemophysalis wellingtoni
Capung Besar #1 Myrmeleon frontalis
Capung Besar #2 Libellula sp.
Capung Terbesar Megalopropus caerolotus
Capung Anax imperator
Cecak Gymnodactylus deccanensis
Cecurut Suncus murinus
Cekakak Jawa Halycon cyanoventris
Cekakak Sungai Halycon chloris
Cendrawasih Paradisea regiana
Cendrawasih Kuning Kecil Paradisaea minor
Cendrawasih Merah Paradisaea rubra
Cendrawasih Raja Cicinnurus regius
Chiton Tonicella lineata
Cica Matahari Crocias albonotatus
Cicak Helmidactylus frenatus
Cicak Gecko geko
Cikukua Tanduk Philemon bucerocles
Codot Cynopterus sphinx
Congcorang Manthis religiosa
Cumi Cumi #1 Doryteuthis bleekeri
Cumi-cumi #2 Loligo indica
Cumi-cumi Raksasa Architeutis imperatos
Dara Mahkota Lorius lory
Derkuku/dederuk Cocomantis variolopus
Dige (Kera Heck) Macaca hecki
Dihe (Kera Gorontalo) Macaca nigrescens
Duyung Halicore dugong
Echidna Tachyglossus aculeatus
Elang Hinecopernis longicauda
Elang bondol wulung Hallastur indus
Elang Bondol Haliastur indus
Elang Brontok Spizaetus cirrhatus
Elang Coklat Accipiter fasciatus
Elang Hitam Spizaetus cirrihatus
Elang Ikan Pandion haliaetus
Elang Jawa Spizaetus bartelsi
Elang Jawa Spizaetus bartelsi
Elang Kecil Hieraetus kienarri
Elang Laut Kecil Ichthyophaga nana
Elang Laut Perut Putih Haleaeaetus leucogaster
Elang Tikus Elanus caerulens
Elang Tikus Elanus caeruleus
Elang Ular Spillornis chella
Elang Ular Bido Spilormis cheela
Endoke (Kera Buton) Macaca brunescens
Eruang madu tenggorokan ungu Nectarina sperata
Fonti (Kera Togean) Macaca togeanus
Gajah Elephas indicus
Gajah Elephas maximus
Gelatik Jawa Podda oryzifora
Glatik Pada oryzivora
Gorila / Orang Utan Pongo pygmeus
Gurita Octopus vulgaris
Gurita Raksasa Paroctopus defleini
Hada (Kera Sepatu) Macaca ochreata
Hama Buah Bactrocerra sp.
Hama Gudang Tribolium sp.
Harimau Dahan Neofelis nebulosa
Harimau Sumatera Panthera tigris-sumatranus
Harimau*1 Felis tigris
Harimau*2 Leo tigris
Hiu Biru Besar Prionace glauca
Hiu Geger Lintang Jinak Rhincodon typus
Hiu Goblin Scapanohynchus owstoni
Hiu Macan Tutul Triakis semifasciata
Hiu Martil Sphyrna zygaena
Hiu Putih Besar Carcharodon cacharias
Ibis putih Kepala Hitam Threskiornis aethiopica
Ikan Bandeng Chanos chanos
Ikan Gurami Osphronemus goramy
Ikan Koki Carassius auratus
Ikan Lele Clarias bathracus
Ikan Mas Cyprinus caprio
Ikan Mujair #1 Tilapia massambica
Ikan Mujair #2 Oreochromis mossambicus
Ikan Pari Manta Manta birostris
Ikan Paru Lepidosiren paradoxa
Jalak Bali Leucopsar rotschildi
Jalak gunung Sturnus contra
Jalak koci Copsychus chinensis
Jalak Putih Sturnus melanopterus
Jangkrik Gryllus bimaculatus
Jelarang (Tupai Hitam Besar) Ratufa bicolor
Joja (Lutung Mentawai) Presbitis potenziani
Julang Emas Rhicticeros undulatus
Junai Mas Caloenas nicobarica
Kadal Mabouya multifasciata
Kadal Mabouya multifasciata
Kakak Tua Besar Jambul Kuning Cacatua galerita
Kakak Tua Kecil Jambul Kuning Cacatua sulphurea
Kakak Tua Raja Probosciger atertimus
Kaki Seribu Julus virgatus
Kalajengking Australia Androctenus australis
Kalajengking Buku Chelifer canccroides
Kalajengking Thelyponus condutus
Kalaweit Hylobates albibarbis
Kalong Pteropus edulis
Kambing Sumatera Capricornis sumatrensis
Kancil Tragulus javanicus
Kangkareng Hitam Anthracoceros malayanus
Kanguru Pohon Dendrogalus inustus
Kasturi Raja Psittrichas fulgidus
Kasuari Casuarius casuarius
Kecoa #1 Blattaria sp.
Kecoa #2 Periplanetal americana
Kecubung Datura metel
Kedih Presbitis thomasi
Kelabang Raksasa Scolopendra gigantea
Kelabang Scoloppdridae
Kelasi (Lutung Maron) Presbitis rubicunda
Keong Gondang Pilla ampulaceae
Keong Vivipara javanica
Kepik Emas Coccinela sp.
Kepiting Scyda serrata
Kera Abu-abu Macaca fascicularis
Kera Hitam Dare Macaca maura
Kera Hitam Sulawesi Macaca nigra
Kera Hitam/Budeng Presbytis cristata
Kera tak berbuntut Hylobatidae
Kerang Hijau Mytilus edulis
Kerang Codakia figeria
Ketunggeng #1 Hetereometrus cyneus
Ketunggeng #2 Buthus afer
Kijang Muntiakus muntjak
Kima Raksa Tridacna maxima
Kipasan Belang Rhipidura javanica
Kipasan Ekor Merah Rhipidura phoenicura
Kiwi Apterix australis
Kobra*1 Naja tripudins
Kobra*2 Naja naja
Komodo Varanus komodoensis
Kuau Raja Argusisnus argus
Kubung (Lemur Terbang) Cynocephalus variegatus
Kucica / kacer Aegiyhina tiphia
Kucing Bakau Felis viverrina
Kucing Hitam (Congkok) Felis bengalensis
Kucing Hutan Felis bengalensis
Kucing Felis domesticus
Kukang Nycticebus coucang
Kumbang Daun Leptinotarsa decemlineata
Kumbang Pohon Kelapa Drytes apicalis
Kuntul Besar Egretta Alba
Kuntul kecil Egretta gazzeta
Kuntul Kerang Egretta sacra
Kuntul Kerbau Bubulcus ibis
Kuntul Perak Egretta intermedia
Kuntul Sedang Egretta intermedia
Kupu-kupu Sastragala sp
Kupu-Kupu Burung Peri Ornithopthera chimaera
Kupu-Kupu Mutiara Papilio polytes
Kupu-Kupu Sirama rama Attlacus atlas
Kura-kura Coura sp
Kura-Kura Air Tawar Chelydra serpentia
Kuskus Phalanger sericeus
Kutilang Pycnonotus cafer
Kutilang emas Pycnonotus g. personatus
Kutu Anjing Ctenodephalus cannis
Kutu Buku Lepisma sacharina
Kutu Busuk #1 Cimex ectularius
Kutu Busuk #2 Cimex rotundatus
Kutu Daun Apis medicaginis
Kutu Kepala Pediculus capitis
Kutu Manusia Purea irritans
Kutu Paha Phtirus pubis
Kutu Pakaian Pediculus humanus
Kutu Tikus Xenopsilla cheopis
Kuwuk Felis marmorata
Laba-Laba Babi Nephila maculata
Laba-Laba Pemburu Heteropoda venatoria
Lalat Buah Dropsophila melanogaster
Lalat Rumah Musca domestica
Lancah Maung Selenosmia javanensis
Landak Hystrix brachyura
Larwo/murai batu Copsychus malabaricus
Lebah Madu Apis indica
Lilia Laut Bertangkai Ptilocrinus pinnatus
Lilia Laut Tidak Bertangkai Metaricanus interuptus
Lintah India Dinobdilla ferox
Lintah Jawa Hirudinaria javanica
Lintah Timor Tengah Limnatis nilofica
Lintah Hirudo medicinalis
Lipan Scolopendra subspinipes
Lumba-lumba pemangsa kecil Peponocephala electra
Lumba-lumba tak bersirip Neophocaena phocaenoides
Lutung Banggat Presbitis hosei
Lutung Dahi Putih Presbitis frontata
Lutung Jawa Trachypithecus auratus
Macan Dahan Neofelis nebulosa
Macan Kumbang Panthera pardus
Macan Tutul Panthera pardus
Maleo Macrocephalon maleo
Malu - Malu Nycticebus coucang
Mentok Rimba Carina scutulata
Merak Hijau Pavo muticus
Merpati Columbia lifia
Moose Axes sp.
Musang Cokelat Sulawesi Macrogalidia musschenbroeki
Musang Congkok Prionodon linsang
Nuri Bayan Eklectus roratus
Nuri Kepala Hitam Lorius lory
Nyamuk Malaria Anopheles sp.
Opior Jawa Lophozophterops javanicus
Owa Jawa Hylobates moloch
Pacet Haemadipsa zeylanisa
Panda Pandanus sp.
Paok Hijau Pitta Sordida
Paok Pancawarna Pitta Guajana
Paus Orchinus orcha
Pekaka Emas Pelargopsis eapensis
Penguin Apterodytes forsteri
Penyu Bromo Caretta caretta
Penyu hijau Chelonia mydas
Penyu Kulit Dermochelis coreaceae
Penyu sisik temu Lepidochelys olivacea
Penyu Sisik Erethmochelys imbricata
Penyu Chelonia mydas
Perkutut Geopelia striata
Pinjal Pulex iritans
Platypus Ornithorhynchus sanguinus
Raja Udang Tanysiptera danae
Raja Udang Halchyon fulgida
Raja Udang biru Ceyx azuera
Raja Udang biru jawa Halchyon cyanoventris
Raja Udang biru kecil Alcedo coerulescens
Raja Udang Eurasia Alcedo atthis
Raja Udang hitam Halchyon macleayil
Raja Udang kalung putih Halchyon chloris
Raja Udang kuduk hitam Halchyon pileata
Raja Udang leher putih Halchyon smirnensis
Raja Udang merah Halchyon coromanda
Raja Udang paruh bangau Pelargopsis copensis
Raja Udang punggung merah Ceyx rofidorsus
Rajungan Neptunus pelagiais
Rangkok Kecil Anthracocaros malabaricus
Rangkong Badak Bucleros hinocheros
Rangkong Sulawesi Aceros cassidia
Rayap #1 Calotermes tectonal
Rayap #2 Reliculitermis flavipes
Remis Asaphis detlorasa
Rusa Cervus timorensis
Rusa Bawean Axis kuhli
Rusa Timor Cervus timorensis
Rusa Tutul Axis axis
Salamander Api Salamandra salamandra
Samber Lilen Chrisochorosa fulminans
Sandang Lawo Ciconia episcopus
Semut Hymenoptera sp
Semut Hitam Dolichoderus sp.
Sengat Laut Chironex fleckeri
Serangga Peloncat Dalbulus maidis
Serindit Loriculus exilis
Siamang Kerdil Hylobates klossii
Siamang Hylobates syndactilus
Sigung Mydaus javanensis
Simakobu Simias concolor
Singa Leo leo
Singapuar Tarsius Bancanus
Siput Darat Achatina pulica
Siput Lymnaea truncatula
Sotong Sepiella Maindroni
Surili Presbitis comata
Tapir Taphirus indiscus
Tapir Tapirus senuk
Tawon Endas Vespula maculata
Tekukur Sreptopelia bitorquata
Tepus Pipi Perak Stachyris melanothorax
Teripang Thyone briarcus
Teripang Hitam Holothuria athra
Teripang Nanas Thelenota ananas
Teripang Pasir Holothuria scabra
Tikus Rattus rapit
Tikus Rattus rattus
Tiong Emas Nias Gracula religiosa-robusta
Tokek Gecho gecho
Tonggeret Dundabia manifera
Trenggiling Manis javanicus
Tuatara Sphenodon punchatus
Tulum tumpuk Megalaima javanica
Tulung Tumpuk Kembang Megalaima javensis
Tungau Sarcoptes scobei
Tupai Tupaia javanica
Udang Lysmata grabhami
Ular air Cerberus rynchops
Ular cobra/sendok Naja sputatrix
Ular hijau Trimeresurus albbolabris
Ular kadut Acerochordus granulatas
Ular lumpur Enhydris plumbea
Ular pelangi Xenopeltis unicolor
Ular Piton Phyton reticulatus
Ular Pohon Boiga sp.
Ular pucuk pohon Dryophis prasinus
Ular Sanca Bodo Phyon morulus
Ular Sanca Hijau Morelia viridis
Ular sawah Python reticulatus
Ular tali wangsa Boiga denrophila
Ular welang Bungarus javanicus
Ular weling Bungarus candius
Ulat Sutra Bombyx mori
Undur-Undur Myrmeleon frontalis
Ungko (Gibon Bertangan Hitam) Hylobates agilis
Ungko Kalimantan Hylobates muelleri
Ungko Lengan Putih Hylobates lar
Walang Sangit Leptacorisa acuta
Walet Collocalia fuchipaga
Wereng Coklat Nilaparvata lugens
Wereng Hijau Nephoterix apicalis




Nama Latin Tumbuhan
Adas Foeniculum vulgare
Akar Alang-Alang Imperata cylindrica
Akar Bahar Euplexaura anthipathes
Albisia Albizia sp.
Amanita Amanita Muscaria
Andong Merah Cordyline roxburghiana
Anggrek bulan sumatera Phalaenopsis sumaterana
Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis
Anggrek Hitam Coelogyne pandurata
Anggrek Merpati Dendrobium crumenatum
Anggrek Tanah*1 Vanda teres
Anggrek Tanah*2 Nervilia aragoana
Anggrek Vanda Vanda insignis
Aren Arenga pinnata
Asem Tamarindus indica
Aseman Oxalis corniculata
Awar-awar Ficus religiusa
Babakoan Scaevola fruescens
Balanceng (Tebu Pembisu) Dieffenbachia seguine
Bandotan Ageratum conyzoides
Baru Cino Artemisia vulgaris
Bawang Merah Allium cepa
Bawang Putih Allium sativum
Bayam Merah Aerva sanguinolenta
Begonia Begonia glabra
Bendo Artocarpus altillis
Bengkuang Pachirrhyzus erosus
Beringin Ficus benjamina
Bintaro Cerbera manghas
Blimbing wuluh Averrhoa bilimbi
Bluntas Plucea indica
Bubut Megalaima carvina
Bugenvil Bougainvillea glabra
Buncis Phaseolus vulgaris
Bunga Aster Aster multiflorus
Bunga Bangkai Amorphopalus sp
Bunga Bangkai Rafflessia arnoldi
Bunga Bangkai *1 Titan arum
Bunga Bangkai *2 Amophophalus sp.
Bunga Bangkai Raksasa Rafflesia Arnoldi
Bunga Irian Mucuna bennettii
Bunga matahari Helianthus annus
Bunga Mentega Nerium odorum
Bunga Merak Caesalpinia pulcherrima
Bunga Raflesia Raflesia arnoldi
Bunga Tasbih Canna indica
Bungur Jepang Lagerstroemia indica
Bungur Lagerstroemia flos-reginae
Bungur Lagestroemia speciosa
Bunya-Bunya Araucaria bidwili
Cabai Merah Capsicum anuum
Cemara Gunung Casuarina junghuniana
Cemara Laut Casurina equisetifolia
Cemara Araucaria cunninghami
Cemara Cupressus lusitanica
Cempedak Arthocarphus champeden
Cendana Santalum album
Cengkih Euginia aromatica
Ceremai Phylantus dietricus
Cermai (Siyanto) Syzigium unniflorum
Cermai Eugenia formosa
Cokelat Theobroma cacao
Damar Podocarpus damara
Delima Punica granatum
Dilem Pogostemon patchouli
Durian Durio zibenthinus
Eceng Gondok Eichornia crassipes
Flamboyan Delonix regia
Gadung Dioscorea hispida Denst
Ganyong Canna indica
Ganyong Canna edulis
Gegajahan Besar Numenthus arguata
Gegajahan Kecil Numenthus minutes
Gegajahan Sedang Numenthus phaeopus
Genjer Limnocharis Flava
Ginkgo Ginkgo Biloba
Gloksinia Sinningia speciosa
Hanjuang Biksu Pleomele fragans
Howortia Howorthia margaritifera
Jagung Zea mays
Jalarang Ratufa bicolor
Jambe Daun Areca catechu L
Jambu Batu Psidium guajava
Jambu biji Psidium guajava
Jambu Monyet Anacardium occidentale
Jambu monyet Anacardium occidentale
Jamur Payung Agariscus camprestis
Jamur Penicillium Peniccilium notatum
Jamur Ragi Saccharomyches cerevisiae
Jamur Tiram Plerotus ostreatus
Jarak Abang Rinicus communis
Jarak Pager Jatropa curcas
Jarak Ricinus communis
Jati Tectona grandis
Jelarang Ratufa bicolour
Jenggot Yahudi Episcia reptana
Jeringau / Dringu Acorus calamus
Jeruk Bali Citrus maxima
Jeruk Keprok Citrum nobils
Jeruk Nipis Citrus aurantifolia
Kacang Hijau Phaseolus radiatus
Kacang Tanah Arachis hypogaea
Kacapiring (Jempiring) Gardenia jasminodes
Kakanangan Amherstia nobilis
Kaktus Anggur Sedum murganianum
Kaktus Panda Kalanchoe tomentosa
Kalatea Batik Calathea litzea
Kalendra Daun Acasia albida
Kamboja Plumeria multifora Ait
Kangkareng Aceros coronatus
Kangkung Ipomea aquatica
Kantong semar Nephentes spp
Kantong Semar *1 Nephenthes maxima
Kantong Semar *2 Sarracheria purpurea
Kantung Semar Nephentes sp.
Kapas Gossypium arborescers
Kapasan Passer malaccensis
Kapong / Krangkong Ipomoea fistulosa
Kapri Pisum sativum
Karet Havea Brasiliensis
Katapang Terminalia Catappa
Kayu Gaharu Aquilaria malakensis
Kayu Kruing Dipterocarpus spp.
Kayu Putih Eucaliptus alba
Kecubung Datura metel
Kedelai Glycine max
Kedelai Soja max
Kelapa Cocos nucifera
Kelapa Sawit Elaeis Guineensis
Kembang Bokor Plumbago auriculata
Kembang jembel Celosia argentea
Kembang Sepatu Hibiscus rosa-sinensis
Kembang Soka (Soka Beureum) Ixora ciccenia
Kemiri Aleuritus moluccana
Kenanga Cananga odorata
Kenari Canarium commune
Kentang Solanum tuberosum
Ketapang Terminalia catappa
Ketul Bidens pilosa
Ki Hujan Samanea saman
Klerek Sapindus rarak
Kopi Coffea arabica
Krisan Chrysanthenum cinerarridium
Krokot (Kriminil) Althernathera ficoidea
Kunyit / kunir Curcuma domestica
Kunyit Curcuma domestica
Kuphea Cuphea hyssopifolia
Kuping Gajah Anthurium Cristallianum
Kurma Phoenix dactylifera
Lada Piper Nigrum
Lada/merica Piper ningrum
Langsep Lansium domesticum
Laos Alphina galanga
Lidah buaya Aloe vera
Lidah Mertua Sansevieria trifasciata
Lilia Laut Bertangkai Metacrinus interruptus
Lilia Laut Tak Bertangkai Antendon rosaceae
Lmut Janggut Usnea sp.
Lombok Besar Capsicum anuum
Lombok Rawit Capsicum frutecens
Mahoni Swietenia mahagoni
Mangga Mangifera indica
Mangkokan Nothopanax scutellarium
Matoa Pometia pinnata
Mawar Rosaceae sp.
Melati Mentomori Brunfelsia aniflora
Mengkudu Morinda citrifolia
Meranti Shorea spMimba
Meranti Shorea sp.
Mindi Melia azedarach
Mojopait Aegele Marmelos
Monster Brazil Monstera deliciosa
Nanas Ananas commocus
Nangka Arthocarphus integra
Nangka Arthocarpus heterophylla
Nusaindah Musaenda philppica
Orok-Orok Crotalaria juncea
Padi Oryza sativa
Pakis Haji Cychas rumphii
Paku Ekor Kuda Equisetum debile
Paku Kawat Lycopodium cernuum
Paku Lidah Ular Ophiogeosum vulgatum
Paku Rane Selaginella wildenowii
Paku Sarang Burung Asplenium nidus
Paku Sigung Didymochlaena cruncatula
Pala Myristifa fragans
Palem Botol Mascarena lagenicaulis
Palem Wategu Rhapis exelsa
Palm Sumatera Nengah gajah
Pandan Kerajinan Pandanus bidur
Pandan Wangi Pandanus amarillyfolius
Patah Tulang Euphorbia tirucalli
Patah Tulang Euphorbhia intyii
Pecuk Ular Anhinga melanogaster
Pepaya Carica papaya
Peperomia Peperomia verschaffeltii
Perbena Verbena laciniata
Petai Cina Leucaena glauca
Picisan Drymoglosum pilosafloides
Pinang Areca catechu
Pinus Cupressus lusitanica
Pinus Pinus merkusii
Pisang Musa paradisiaca
Pisang Hias Heliconia collinsiana
Piuk Les Saintpaulia ionantha
Podokarpus Podocarpus imbricatus
Pohon Alder Alnus sp.
Pohon Birch Betula sp.
Pohon Juniper Juniperus sp.
Pohon Maple Aler campester
Pohon Spruce Picea sp.
Pule pandak Rauvolfia serpetina
Puring Codiaeum variegatum
Putri Malu Mimosa pudica
Rami Hibiscus sabdariva
Randu kapok Gossypium hirsutum
Resan Tropik Gleicheris linearis
Rotan Calamus axillaris
Rotan Calamus caesius
Rumput Afrika Brachiaria mutika
Rumput Gajah Axonopus compressus
Rumput Gejawan Echinochloa cruss-galli
Rumput Kerbau Paspalum conyugatum
Rumput Laut Spinifex littoreus
Rumput Teki Cyperus rotundus
Rumput Timunan Leptochloa chinensis
Rumput Torpedo Panicums repens
Salak Salacca zalacca
Sambiloto Andrographis paniculata
Segerat Mirabilis jalapa
Seledri Apium graveolens
Sembung Blumea balsamifera
Sengon Albisia sp
Serai Andropagun fragans
Serai/sere Cymbopogon sp
Sikap Elang Falco peregrinus
Simbar Menjangan Platycerium coronarium
Simpai Presbitis Melalophos
Singkong Daun Manihot esculenta
Sirih Piper betle
Sirsak Annona muricata
Sirsat / Muris Annona muricata
Siwalan Borassus flabellifer
Slentek Mustela plavigula
Sri Rejeki Aglaonema pictum
Srikaya Annona squamosa
Srikaya Annona squamosa
Srikaya Anona squamosa
Sukun Artocarpus antilis
Sumbang Darah Hemigra phis-alternata
Suplir Adiantum sp.
Talas atau Bentul Colocasia esculenta
Tangkil (Melinjo) Gnetum gnemon
Tapak Laman Elepantophus scaber
Tapak Liman Elephantopus scaber
Tebu Saccharum officinarum
Teh Camellia sinensis
Tembakau Nicotiana Tobacum
Tempuyung Sonchus arvensis
Temulawak Curcuma xanthorrhiza
Terung Solanum melongeng
Tomat Solanum iycopersicum
Trulek Jawa Vanellus macropterus
Trulek Lidi Himantopus himantopus
Tubo Derris elliptica
Ubi Kayu Manihot esculenta
Urang-Aring Eclipta alba
Vanili Vanilla planifolia
Venus Flytrop Dionaea muscipula
Wangka Albizia procera
Waru Hibicus tiliaeus
Wawung Lantana camara
Wedusan Ageratum conyzoides
Willi - willi Esacus magnirostris

Posted By muhamad andi rizal06.24